16 July 2011

Sushi Naga

Diambil dari: http://img89.imageshack.us/img89/3748/dsc00570i.jpg

Destinasi Wisata Kuliner Bandung: Paskal Food Market

Minggu (10/7) lalu, saya dan seorang teman berwisata kuliner di Bandung. Kami meminta rekomendasi dari supir taksi. Dia menanyakan apakah kami pernah mampir ke Paskal di daerah Pasir Kaliki dan kami jawab tidak. Dia bilang di sana ada "1001 macam jenis makanan". Penasaran, kami meminta Pak Supir mengantar kami ke sana.

Di depan, kami melihat mal bertulisan 'Paskal Hypersquare'. Awalnya kami pikir mal itulah tujuan wisata kuliner yang dimaksud. Ternyata taksi bergerak terus ke belakang mal, melewati bangunan setengah jadi, sampai ke ujung. Di sana kami melihat sebuah ruangan terbuka, air mancur, kursi-kursi, dan tenda-tenda. Mirip taman. Namanya 'Paskal Food Market'.

View dari depan

13 July 2011

Wafel Unik dari Bandung




Wafel biasanya disajikan seperti pancake, diberi es krim, buah, dan sirup. Namun ada pula yang menjual wafel isi krim, kemudian ditusuk seperti sate. Nah, wafel yang ini memadukan keduanya.



Fakta, Trivia, dan Kandungan Cokelat

·         Perkebunan cokelat pertama diperkirakan sudah ada sejak tahun 600 M di lembah Yukata. Penanamnya adalah suku Maya di Amerika Selatan.

·         Pada tahun 1200 M, suku Aztec menggunakan biji cokelat sebagai alat tukar. Spanyol melakukan hal yang sama pada tahun 1625.
·         Konon, Kaisar Aztec Montezeuma meminum 50 kendi minuman cokelat per hari.
·         Cokelat putih pertama kali dibuat pada tahun 1930. Bahan-bahannya gula, susu bubuk, dan cocoa butter. Karena zat antioksidan ada di cokelat pekat, maka cokelat putih tidak seawet cokelat susu. Penyimpanannya pun tidak boleh sembarangan. Cokelat putih tidak boleh dibungkus dengan pembungkus transparan, karena cahaya akan mempercepat pembusukan lemak susu.
·         Dulu cokelat dianggap sebagai barang berharga dan hanya dikonsumsi oleh orang-orang kaya dan bangsawan.

Teori Konsep Keredaksian Majalah

Slogan (Tagline)
Slogan selalu diletakkan di sampul depan dan di semua materi publikasi. Misalnya Majalah Sedap, ‘Paduan Citarasa dan Seni Kuliner’. Slogan yang tidak terlalu mengikat sering digunakan di bisnis pers, seperti Press Gazette, “The Weekly for All Journalist(Morrish, 1996: 31).

Jumlah Halaman
Morrish (1996: 47) mengatakan bahwa majalah yang terlalu banyak isi dapat membuat khalayak malas membaca, bahkan malas membuka tiap halaman. Mereka tidak selalu memiliki banyak waktu untuk membaca. Oleh karena itu, jumlah halaman harus dibuat pas, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit, sesuai kebutuhan pembaca.