Showing posts with label Other. Show all posts
Showing posts with label Other. Show all posts

04 October 2023

Perbandingan SD Islam di Depok dan Cibinong TA 2024/2025

Lagi bingung pilih sekolah jenjang berikutnya untuk anak? Sama, dong!

Siswi SD Islam. Foto: SurabayaNetwork.id

02 October 2021

Akhirnya Mutasi! Pindah Ke Mana Nih?

Mengutip Bu Eti, teman saya di Sumbawa, corona aja bermutasi terus. Mutasi kerjanya kapan?

Tulisan ini sudah setahun disimpan di draft. Sekarang akhirnya bisa di-publish juga. Yeay!

Cerita saya di Sumbawa saya abadikan di buku ini. Yang mau beli silakan japri *numpang promo*

Sudah 4 tahun 3 bulan suami tinggal di Sumbawa untuk bekerja. Saya dan Si Kecil sendiri baru hampir tiga tahun di sana karena kami menyusul suami enam bulan setelah dia pindah.

Kenapa enggak langsung ikut? Karena saya dulu masih kerja, saya butuh waktu untuk resign. Anak juga masih bayi. Selain itu, dengan suami pindah duluan, dia bisa mengenal lingkungan sekitar dulu dan menyiapkan tempat tinggal yang nyaman untuk kami. Because I was about to face a major change: dari ibu bekerja menjadi ibu rumah tangga, dari kota besar ke kota kecil, plus hidup mandiri jauh dari keluarga dan teman-teman.

Baca sampai habis, ya, untuk tahu akhir cerita mutasi ini!

22 March 2021

Dari Mager Jadi Workout-Lover

Monmaap enggak ada foto before-after saya karena: 1. Jarang foto, 2. Enggak bisa foto pake baju ketat atau terbuka untuk menunjukkan otot (tsahh)


Tubuh saya sejak dulu agak mudah gemuk dan kurus. Pernah di titik terendah (52 kg dengan tinggi badan 157 cm) saat anak masih menyusu dan digendong ke mana-mana. Tapi, selesai menyapih, berat badan saya cenderung naik. Puncaknya adalah di Lebaran tahun lalu, waktu saya makan kue kering enggak terkontrol. Sejak itu, saya merasa gendut.

Berat badan yang sempat turun sampai titik terendah dalam sejarah saya dewasa (52 kg), kembali ke angka 65 kg. Saya mulai panik ketika angka timbangan memecahkan rekor, 66 kg, 67, lalu hampir menyentuh angka 68.

Saya yang tidak suka olahraga karena malas berkeringat memilih cara instan, yaitu detoks dengan minuman herbal. Selama tiga hari, saya hanya minum minuman tersebut tiga kali sehari dan air putih. Saya yang doyan makan kadang tak tahan, lalu cheating sedikit. Alhamdulillah tetap turun 2 kg di akhir detoks.

Tapi, hobi makan ditambah kurang bergerak membuat berat badan saya kembali naik. Saat mengaca sehabis mandi, saya geli dengan bentuk tubuh saya yang tidak karuan. Bahkan, sempat payudara saya terasa sakit. Saya takut ini ASI yang tidak keluar lalu berubah menjadi tumor, keturunan dari mama. Ternyata, penyebabnya adalah bra yang kesempitan! Saya juga mulai merasakan double chin. Wah, ini sudah tidak bisa dibiarkan!

21 October 2019

Pengalaman Pertama Kali Mencoba Brazilian Wax di Khiwax and Dazzling Eyes

Ilustrasi Brazilian wax paling sopan yang bisa saya temukan di Google. Sumber dari sini

Disclaimer: tulisan ini hanya bertujuan untuk sharing dan edukasi kepada perempuan. Men are not allowed to read this.


11 August 2019

Moms Me-Time! Tips Ibu Nonton Konser Tanpa Anak

Finally this mother-of-one can have her full me-time watching her idols on stage without her kid around!

Sungkem dulu sama suami yang sudah mengizinkan saya nonton konser Westlife sampai harus terbang dari Sumbawa, plus udah mau jagain Raihan dan bikin saya tenang dengan bilang "aman..." despite the drama. 😙😙

Drama apa? Biasa... Ini bocah beberapa kali ngamuk nyariin emaknya. Raihan memang nempel banget sama saya. Tapi akhirnya bisa dihandle dengan baik sama ayahnya. 👍👍

Alhamdulillah semuanya berjalan dengan cukup lancar. Thanks dulu buat @gustiayumm yang udah berjasa banget beliin dan nukerin tiket, @ifnurhikmah yang udah anterin tiket ke resepsionis hotel, dan @eganandita yang mau gw tempelin sepanjang konser hahaha... 💚💛💜
How Did I Get The Ticket?

Sebelumnya cerita dulu, ya. Jadi, sekitar Februari 2019, teman saya yang sesama fangirl Westlife dari zaman SD, Iif, ngasih info kalau Westlife mau konser di Jakarta Agustus tahun ini. WOW.

Pada dasarnya saya suka beberapa boyband dan penyanyi/musisi, tapi sering kebanyakan pertimbangan kalau mau nonton konser. Ya jarak lah (saya sekarang tinggal di Sumbawa sementara konser kebanyakan di Jakarta, kan), ya bujetlah (tiket konser ditambah pesawat, nginep, dll), anaklah (nempel banget sama saya), cuti suamilah...

Tapi saya sudah janji pada diri sendiri, kalau Westlife datang, saya akan nonton nomatterwhat. Alhamdulillah... Suami ngasih restu dan bahkan suportif dengan mengambil cuti dan mau nemenin anak selama saya nonton konser. Lop yu goceng lah pokoknya <3 div="">

Tiket dijual Maret 2019. Saya, Iif, dan dua teman kuliah dulu, Ayu dan Ega, bikin grup koordinasi di WhatsApp. Pas penjualan tiket online dimulai, kami berjuang mesen tapi gagal mulu karena website down, sold out, dan semacamnya. Alhamdulillah Ayu mau meluangkan waktu mampir ke kantor EOnya buat beli tiket offline. Akhirnya kami sukses memesan tiket kelas Gold!

Sukses dapat tiket konser, saya merencanakan perjalanan sama suami. Akhirnya kami putuskan enggak pulang ke Jakarta pas Idul Fitri, melainkan Agustus aja biar sekalian lama (kebetulan September ada beberapa agenda di Jakarta). Saya pesan tiket pesawat dan hotel sekalian biar enggak keburu kehabisan.

Hari H Konser

Konser tanggal 6 dan 7 Agustus, tapi saya dapat yang tanggal 7. Tanggal 6 sore, kami langsung naik travel ke Mataram setelah suami absen pulang di kantor (jam 5). Di Mataram, kami numpang tidur di penginapan murah dekat pool travel. Besok paginya (tanggal 7) kami naik Gocar ke Bandara Lombok Praya buat flight jam 9.55 naik Citilink ke Halim. Dari Halim, kami naik Gocar ke Pop! Hotel BSD.

Rencana awalnya, setelah check in, kami mau ke AEON Mall untuk makan, nemenin Raihan main, lalu setelah itu saya nonton konser di ICE. Faktanya, suami tidur, setelah itu gantian Raihan tidur sampe magrib. Kami enggak jadi ke AEON. Saya beli makanan di McD sebelah hotel saat Raihan tidur, soalnya enggak boleh bawa makanan ke venue. Suami janjian sama teman lamanya ketemu di Bintaro Exchange malamnya. Jadi, habis magrib kami langsung pisah tujuan.

Saya ketar-ketir menunggu Raihan bangun, soalnya saya janjian sama Ega. Ega baru jalan ke ICE jam 4 dari kantornya di Sudirman. Perkiraan sampe jam 6 kan. Nah jam 6 Raihan masih males-malesan bangunnyaaa

Kenapa enggak cabs pas anak bobo? Menurut suami, Raihan akan lebih anteng kalau saya pamit dulu sama dia. Jadi pas bangun dia lihat Bundanya masih ada. Soalnya setiap dia bangun pasti saya yang pertama dicari. Dasar anak lanang.

Nah setelah suami salat magrib dan Raihan udah lumayan mood buat bangun, suami pesan Gojek untuk ke Stasiun Rawabuntu. Dia mau ngajak Raihan naik kereta ke Bintaro Exchange karena Raihan senang naik kereta. Saya sounding lagi (sounding sudah dimulai sejak lama dan diulang-ulang terus) kalau saya mau kerja (ini alasan yang dia terima), Raihan anteng sama ayah ya, nanti Bunda pulang malam. Trus saya cium Raihan dan Raihan cium tangan, lalu dia naik Gojek sama ayahnya. Setelah itu giliran saya naik Gojek ke ICE.

Alhamdulillah sampai venue kurang lebih barengan sama Ega. Pengambilan nomor kursi lancar. Trus Ega dan Laras (kakak iparnya) mau ke toilet. Saya iseng lihat-lihat holding room.

Air mineral 330 ml dijual 10K. Ada beberapa stand makanan (including pork dan alcoholic drinks), tapi alhamdulillah enggak tertarik karena sudah makan. Toilet di mana-manapun antrenya kayak naik wahana Dufan. Ega dan Laras baru bisa buang hajat setelah antre 40 menit *facepalm*.

Ada beberapa spot foto dengan backdrop Westlife. Ada yang berbayar dan ada yang gratis, dan semuanya antre panjanggg... Apalah kami bertiga mah bisa denger Bang Shane, Mark, Kian, dan Nicky nyanyi live depan kita aja udah bahagia. Jadi kita foto dari samping backdrop aja enggak pake antre. Yang penting ada bukti kita pernah nonton wkwkwk...

Ada stand official merchandise juga yang harganya overpriced (biasalah). Termurah gantungan kunci 200K, termahal kaos 400K. Saya? Beli kaos... tapi yang murahan, dijual abis konser di emperan ICE. 80K saja wkwkwk...

Jam 19:30, saya, Ega, dan Laras masuk ke Concert Hall. Nomor kursi kami T140-142. Iif di row B karena niat datang dari jam 11, sedangkan Ayu di row E. Jadi kami terpisah.

Usaha emang enggak membohongi hasil, ya. Iif dapet best view karena di depan, sedangkan kami bertiga jauh di belakang pakek agak ketutupan pilar segala.

Konser dimulai jam 20:42, 42 minutes late dari janjinya. Enggak ada opening act (ngarepnya Brian tapi enggak mungkin) jadi langsung empat bapak-bapak itu.

Ini kesan saya dari konser semalam:
  1. Dibanding konser terakhirnya di Jakarta (2011), kayaknya ini lebih terkonsep. They did more choreos and more costume changes.
  2. Tapii kenapa saya lebih dapet feelnya pas 2011, ya? Mungkin karena dulu saya di festival, berdiri, bebas jejogetan, lebih dekat panggung. Yang ini seated dan jauh dari panggung. Orang-orang di sekitar saya pada enggak berdiri jadi saya enggak enak menghalangi mereka. Or simply I just aged. *meh*
  3. Saya senang, sih, semua kelas pake kursi. Tapi orang-orang di deretan belakang ini pada kurang asyik, ah. Duduk melulu. Bahkan waktu Shane minta kita buat jump and dance, yang berdiri cuma dikit. Saya gatel pengen goyang tapi takut didemo yang belakang. Soalnya di sebelah Laras ada emak-emak rese yang nendang kursi orang di depannya karena berdiri dan negor orang yang ngerekam pake HP tinggi-tinggi. Hadeh.
  4. The guys aged (ya iyalah udah 20 tahun sejak debut). Kerut di sana-sini tapi vokal sama gerakan masih oke.
  5. Saya wondering, Westlife bakal ngasih fan service dengan ngajak penonton ke panggung, enggak, ya? Soalnya di 2011 seingat saya enggak ada. Eh bener dongg 5 penonton dipilih ke atas panggung (saya mah cukup tau diri aja dpake uduk jauh di belakang enggak bakal ditunjuk). Salah satunya Pevita Pearce, dan dia disorakin pas naik panggung wkwkwk...
  6. Salah satu kenangan yang paling Westlife ingat pas ke Jakarta adalah ribuan fans nungguin di airport dan hotel sampai mereka enggak bisa tidur karena di luar pada teriak "Westlife... Westlife...". Eeaakk fans Indonesia terkenal keganasannya.
  7. Spectrumission yang digagas Westlife Indo (fanbase Westlife di Indonesia) kayaknya enggak jalan di hari kedua, setidaknya di deretan belakang. Orang-orang di sekitar saya enggak mengangkat HP pas lagu Better Man. Tapi pas You Raise Me Up lumayan, walau ada yang pake warna, ada yang pake flashlight.

Set list lagu Westlife di konser semalam:
  1. Hello My Love

04 November 2018

Mengapa Sandaran Kursi Harus Ditegakkan Saat Take Off dan Landing?

Duduk di pesawat. Foto: milkovasa/Fotolia

Ternyata ada alasan keselamatan di balik serangkaian aturan untuk penumpang di penerbangan

Menjelang pesawat lepas landas dan mendarat, biasanya pramugari akan mengingatkan penumpang untuk menegakkan sandaran kursi, melipat meja, menempatkan barang bawaan di kolong kursi, membuka penutup jendela, serta memasang sabuk pengaman.


Alat-alat elektronikpun hanya boleh digunakan setelah pesawat sukses mengudara. HP juga tentu harus dimatikan sepanjang perjalanan, atau setidaknya diset ke airplane mode. Pramugari akan keliling untuk mengecek apakah semua penumpang sudah mematuhi aturan tersebut.

Sebenarnya, apa alasan aturan-aturan tersebut dibuat?

04 August 2017

Perlengkapan Ibu Hamil dan Menyusui Apa Saja yang Harus Dibeli?

Perlengkapan menyusui. Foto: Shutterstock

That test pack shows you 2 stripes? Congratulation!

Sebagai calon ibu baru, kita seringkali clueless harus ngapain. Terutama anak pertama yang enggak punya kakak untuk ditanya-tanyain. Tanya ibu? Bisa, sih. Tapi terkadang ibu kitapun lupa soal hamil dan menyusui karena udah lewat lama banget. Ini yang saya alami.

Alhamdulillah, kita hidup di zaman internet. Semua informasi bisa dicari lewat Google. However, kebanyakan informasi juga bisa bikin pusing. Kalau cari daftar perlengkapan ibu hamil dan menyusui di internet, the list is pretty long. Haruskah dibeli semua? Enggak juga. Terkadang ada beberapa barang yang sebenarnya enggak terlalu penting dan bisa disubstitusi dengan barang yang sudah ada.

Nah, berdasarkan pengalaman saya, beberapa barang ini perlu dibeli karena memang akan terpakai:

19 September 2016

Invited: Berolahraga Sambil Beramal Bersama FitAccess dan Pansophia

Olahraga sepertinya masih menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban. Setelah BOOKmyFIT, kini ada lagi aplikasi yang memungkinkan penggunanya menggunakan fasilitas di berbagai tempat olahraga hanya dengan satu membership, yakni FitAccess.

Harry Pranata dari FitAccess serta Elaine Marlene dan Hengky Prasetyo dari Yayasan Pansophia di press conference 'Get Fit, Give Back'

15 August 2016

Berburu Promo Restoran 17 Agustus 2016

Foto: Shutterstock
Senang, ya, kalau hari besar seperti 17 Agustus jatuh di hari kerja, bukan akhir pekan. Jadi dapat tambahan libur, deh! Tahun ini (2016) pun Hari Kemerdekaan Indonesia dirayakan pada Rabu.

Sudah ada rencana apa untuk lusa? Ikut lomba, jadi panitia lomba, masih harus kerja *pukpuk*, leyeh-leyeh di rumah, atau berburu gratisan? Nah, kalau Anda pilih opsi terakhir, saya punya daftar restoran yang memberikan promo gratis atau diskon menarik pada 17 Agustus 2016. Check this out!

27 July 2016

Invited: Bisa Coba Berbagai Kelas Fitness di BOOKmyFIT

Berolahraga seperti ngegym memang sebaiknya dilakukan secara rutin agar hasilnya terlihat. Namun, rutinitas apapun akan menjadi membosankan jika terasa monoton. Anda memerlukan sesuatu yang baru atau variasi untuk mengembalikan semangat Anda dalam menjalani rutinitas ngegym. Mencoba wall climbing atau trampolin, mungkin?

05 December 2015

Reksadana, Pilihan Investasi untuk Pemula

Setelah beberapa tahun memasuki dunia kerja, mungkin kita mulai memikirkan berinvestasi demi masa depan. Namanya juga investasi, enggak bisa sebentar, jadi harus mulai dilakukan sejak sekarang agar nanti tinggal menuai hasilnya. Tapi, masalah yang biasa dihadapi anak muda saat berinvestasi adalah modal yang terbatas dan minimnya pengetahuan soal investasi.

Reksadana. Foto: http://howmoneyindonesia.com/2014/03/10/berinvestasi-reksadana-bakal-semakin-mudah/

Pernah dengar soal reksadana? Saya juga pernah, tapi belum paham seluk-beluknya. Katanya, reksadana adalah salah satu jenis investasi yang cocok untuk pemula. Karena itu, saya datang ke acara 'Financial Clinic' yang digelar DetikFinance dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 28 Oktober 2015 lalu di Balai Kartini, Jakarta.

Acara ini menghadirkan pembicara di antaranya Aidil Akbar (perencana keuangan independen) dan Poltak Hotradero (Head of Research Division of Indonesian Stock Exchange). Rangkumannya pernah saya live tweet di sini, tapi untuk lebih jelasnya Anda bisa cek pointers berikut.

07 May 2015

Dapet Gratisan Holygyu Waktu Ultah :D

Alhamdulillah kemarin saya masih dikasih kesempatan menikmati pengurangan umur. :D Seneng dapet ucapan selamat, kado, dan kue dari teman-teman, saudara, dan orang-orang spesial. Thanks all!

My dear officemates Tapi bukan itu yang mau saya bahas. Jadi, sejak H-1, saya sudah merencanakan akan memanfaatkan promo gratis ultah di restoran, yang hampir semuanya hanya berlaku di hari H. Karena tahun lalu saya sudah mencoba di Holycow! Steakhouse by Chef Afit, tahun ini saya memprioritaskan ke Holygyu!.

Holygyu! juga punya Chef Afit, tapi restoran ini lebih ke daging sapi (termasuk wagyu) yang diolah dengan citarasa Jepang, bukan western seperti Holycow!. Di sini ada daging sapi Kobe seharga Rp 500.000 lho seporsi!

Pulang kantor sekitar jam 18:00, saya pesan Gojek, memanfaatkan Gojek credit hasil referral code (:P). Dari kantor di daerah Slipi ke Holygyu! di Panglima Polim, tarifnya Rp 36.000.

Sampai Holygyu!, restoran sepi. Hanya ada satu pelanggan yang sedang memesan. Saat restoran sedang kosong begini, orang-orang mungkin malu makan gratis karena gengsi diperhatikan pelayan. Saya sih tidak. :D

Staf penyambut tamu dengan sopan menawarkan saya tempat duduk di depan, menghadap jendela, setelah tahu saya akan makan sendiri. Langsung saja saya menyerahkan KTP dan meminta promo ultah. Staf tadi izin pamit sebentar ke belakang untuk bertanya, dan beberapa saat kemudian datang pelayan lain.

Katanya, Wagyu Petite Tender (ini yang tadinya mau saya coba) dan Wagyu Shortrib Bone-in yang harusnya untuk gratisan ulang tahun, sedang tidak ada. Jadi, gantinya adalah Chicken Steak. Pricewise, harganya memang jauh, dari seharusnya Rp 100.000 jadi Rp 45.000. Tapi saya tidak peduli, yang penting makan. Pelayan lalu menanyakan saya mau dagingnya berbumbu manis atau asin. Sempat ngaco berpikir bahwa manis itu maksudnya dessert-like jadi bakal aneh, tapi saya ingat bahwa bumbu teriyaki kan juga manis. Jadi, saya pesan yang manis saja. Nasi atau onigiri? The second one, please!

Saat menunggu, saya diminta mengisi nomor telepon dan tanda tangan di kertas yang disodorkan, dengan bagian nama, nomor KTP, dan tanggal lahir yang sudah disalin dari KTP saya. "Buat laporan ke atasan," jelas pelayan sambil mengembalikan KTP saya.

Agak lama kemudian, pesanan saya sampai dalam hotplate yang masih berdesis. Chicken Steak porsi sedang (200-250 gram) disajikan satu wadah dengan potongan buncis, irisan wortel, dan jagung manis pipil. Ada dua buah onigiri, sup wakame, serta condiment berupa saus tsuke dare, wasabi dan bawang putih goreng, serta saus mushroom di wadah terpisah.

Chicken Steak dan aneka pelengkapnya, a la Holygyu!
Cutlery-nya disajikan lengkap kepada pelanggan sebelum memesan. Ada pisau dan garpu untuk steak, sendok bebek untuk sup, serta sumpit untuk nasi atau onigiri.

Sebagai pembuka, saya menyeruput sup wakame. Meski bening, sup dengan sedikit minyak di permukaannya ini terasa gurih kaldu. Di dalamnya terdapat beberapa helai wakame (rumput laut) yang terasa lembut sekaligus agak kenyal saat dikunyah. Sup ini ditaburi biji wijen.

Steak ayamnya lumayan lembut dan terasa agak garing di bagian kulitnya. Bumbu manisnya enak, cokelat mengilat dan agak kental dengan taburan wijen, seperti teriyaki. Buncisnya masih garing seperti disajikan tanpa dimasak, sementara wortel dan jagungnya lebih lembut.

Condiment-nya enak semua, kecuali wasabi (saya memang tidak suka wasabi). Saus tsukedare-nya yang kental dan berwarna cokelat gelap terasa manis berimbang sedikit asam. Saus jamurnya yang padat irisan jamur kancing dan berwarna cokelat creamy terasa gurih. Bawang putih gorengnyapun renyah.

Onigiri-nya sendiri di lidah nyaris tak ada beda dengan nasi putih. Soalnya, ekspektasi saya, isiannya agak banyak. Nasi kepal ini dibalut nori serta sedikit irisan tipis acar mentimun.

Oh iya, makanannya belum termasuk minuman. Jadi saya pesan iced lemon tea (Rp 15.000) yang bisa diisi ulang, walau pada kenyataannya saya cukup minum satu gelas saja.

Saat makan, saya membaca tulisan di meja. Selain soal free wagyu saat ultah, ada juga gratis Misu (tiramisu dalam cup) kalau nge-tweet atau nge-Path foto hidangan yang kita pesan sambil mention @HolyGyu_. Karena pengalaman dulu di Holycow! sudah nge-tweet ternyata Misu-nya habis, saya make sure dulu dessert ini ada kepada pelayan, baru saya nge-tweet.

Selesai makan, saya menyodorkan HP yang menampilkan tweet saya kepada pelayan. Iapun menanyakan varian Misu yang saya mau. Ada cokelat, blueberry, matcha, chocolate mousse, dan stroberi. Wah, saya pikir akan dikasih random karena gratisan, ternyata tidak! Sayapun pilih matcha.

Matcha Misu
Lapisan keju mascarpone diletakkan berselang-seling dengan ladyfinger, lalu bagian atasnya ditaburi matcha. Disajikan dingin di cup dan bertekstur lembut creamy, saya serasa makan es krim. Sudah lama saya tidak mencicipi Misu. Kalau beli, satu cup Misu dijual dengan harga Rp 17.000.

Setelah menghabiskan semua pesanan saya, rasanya kenyang. Rencana melanjutkan makan gratisan di Holycow! dan tempat lainpun batal.

Pulangnya, Gojek credit saya masih ada. Sayapun memesan ojek untuk tujuan Terminal Blok M. Biayanya Rp 25.000. Dalam hati saya berkata, mahal juga ya, padahal dekat (tak sampai 2 km). Ternyata, tarif Gojek memang mulai dari Rp 25.000. Jadi, saran saya, Gojek lebih baik dipakai untuk jarak menengah atau agak jauh. Kalau jarak dekat, rasanya lebih murah pakai jasa ojek biasa.

Pulang-pergi gratis, makan dan dessert-pun tanpa bayar di hari spesial ini. Alhamdulillah... Saya cukup mengeluarkan uang untuk minum (enggak kayak orang ini yang putus urat malu, lol) plus sedikit tip untuk pelayan Holygyu! yang ramah.

31 May 2014

Wish You Were Here

Dahimu berkerut. "Barang bawaan kamu banyak banget," keluhmu sambil tetap menurunkan dua koper besar dari bagasi mobil. Saat itu kami sedang berada di terminal 2 Bandara Soekarno Hatta.

Aku memutar bola mata. "Namanya juga ke Inggris, sayang. Jauh, seminggu pula," kataku. Akupun mengambil sebuah tas jinjing yang kelihatan besar namun dengan mudah aku keluarkan.

"Itu isinya apa? Kok ringan banget?" tanyamu sambil menunjuk tas jinjing tadi.

"Camilan. Kamu tahu 'kan aku hobi ngemil."

"Setas penuh? Ckckck..." katamu sambil menggelengkan kepala, lalu menutup pintu bagasi.

Aku malas membalas, tak mau merusak hari ini dengan kamu yang terus ngomel sejak berangkat tadi. Mungkin bagi kamu hal ini terdengar konyol, tapi snack inilah yang mewujudkan impianku ke Negeri Ratu Elizabeth.

Barang-barangku sudah siap di troli. Kamu yang belum siap melepasku pergi. Sudah lima tahun aku mengenalmu, dan aku hafal benar akan hobi mengomelmu setiap kali kamu merasa akan merindukanku. Seperti waktu aku ditempatkan di luar kota tiga tahun lalu, dan seperti saat ini.

Kamu tak pernah suka berjauhan dariku. Kamu pernah mengatakan itu.

Tapi ini mimpiku sejak dulu. Mimpi kedua terbesarku.

Aku mengusap pipimu. “Cuma tujuh hari kok. Setelah itu kita rencanakan liburan ya,” kataku sambil memaksakan senyum, padahal belum apa-apa akupun sudah merasakan rindu.

Kamu tersenyum dengan tatapan yang seperti tak mau lepas dariku, seperti pelukmu kemudian. Sebuah kecupan di jidat terasa hangat sampai akhirnya aku harus mendorong troli sendirian, sementara kamu masih berdiri di sana menatapku sampai aku menghilang berbaur dengan calon penumpang lainnya.

14 February 2012

Foodie Pickup Lines

So, today is that pink and red (and chocolate) day. For some, it means a lot. For some more, it's just like another day, nothing's so special.

So all the single ladies (and gentlemen, too), put your hands up! Spark this so-called romantic day up with this giggly foodie pickup lines. It also works for thou who's going to propose the loved one. For they're less than 140 characters, you can tweet 'em, text 'em, put 'em into a cake along with a diamond ring, or say 'em on your-soon-to-be-life partner's face. Just don't laugh, or you will ruin that special occasion you've waited your whole life.

Thanks to Foodie Underground for providing us the magnificent sentences!

  1. You’re as intoxicating as a home distilled liquor.
  2. You looking at me is making me turn as red as that roasted beet salad.
  3. Can I sprinkle some sea salt on your salad?
  4. I can last as long as a Le Creuset.
  5. This first date is going so well. Should we drop everything and buy a food truck together?
  6. How hot does your gas oven get?
  7. Even my new stainless steel cookware set isn’t as slick as you.
  8. If you shave your legs as well as that fennel, I can’t wait to touch them.
  9. If this were an artisan meat market, I would take you home for dinner.
  10. I’d turn vegan for you.
  11. You’re my missing ingredient.
  12. I’m local, all natural, homemade and certified organic: wanna taste?
  13. Your skin is smoother than the finest panna cotta.
  14. Do you prefer French Press or Bialetti for your morning coffee?
  15. Have you ever tried bone luging?
  16. If I was a chalkboard, would you write the daily special on me?
  17. You’re spicier than sriracha.
  18. I think we’d grow a great organic garden together.
  19. Can I serve you a frittata made with local ducks eggs in bed tomorrow morning?
  20. Your eyes are as effervescent as this sparkling water.
  21. How about we skip the hors d’oeuvres and head straight for the digestif?
  22. Have you ever tried hand-pulled, salted cardamom toffee? Why don’t we head back to my place and I’ll whip you up a batch.
  23. You’re as complete as quinoa.
  24. If you were a seed, I’d plant an entire community garden of you.
  25. You’re so cute I could bottle you up in a mason jar.
  26. Need a cooking partner? Because I am amazing in the kitchen.
  27. I studied at a culinary school in France and know all the secrets to joie de vivre.
  28. I just scored a rare sampling of imported olive oils; wanna come back to my place for a tasting?
  29. Dinner is on me. I know the chef.
  30. You make my soufflé rise; can I buy you a drink?
  31. If I wrote a cookbook, you’d be the featured recipe.
  32. Staring at you is better than looking at food porn.
  33. Do you like reading? I’ve heard Omnivore’s Dilemma is the perfect bedtime story.
  34. Let’s pretend you’re a farm and I’ll be the table.
  35. Do you make your own kombucha? Because those probiotics are doing your body good.
  36. When it comes to me, you’ve got free range.
  37. If I threw you a dinner party, I’d use my good linen.
  38. What are you doing this fall? How about we take advantage of the harvest season?
  39. If you were a dessert, I would drizzle a balsamic reduction all over you.
  40. You know, I cook best in the morning.
  41. How about we go back to my place and make something to write about on my food blog?
  42. If you were going to open a restaurant, what would you call it? Mine would be Devour.
  43. Once the rainy seasons comes, we should forage together.
  44. Do you need someone to help pitch your tent at farmers market?
  45. God put as much work into you as a fine piece of artisan cheese.
  46. I’m new in town, where’s the best place to get late night paté?
  47. You & Me. Sounds like a great idea, or maybe the name of the next hot restaurant. You in?
  48. You’re so hot, you could make creme brulée with just your looks.
  49. This city has [insert number] of microbrews, but only this one has the blonde I want.
  50. I would love to make you part of this season’s bounty.

06 November 2011

Seragam Pesta

Busana pesta tak pernah memiliki seragam, mengapa harus tampil sama saat berpesta?
Oleh: Fabianda Soegiarto*

Pada suatu keriaan pesta di tempat paling hip di Jakarta, berkumpul wanita cantik dengan balutan busana terbaik. Busananya dari keluaran label internasional paling hit di musim itu, wajahnya bersinar cantik hasil perawatan teknologi kecantikan kelas wahid, tubuhnya pun harum semerbak memperkokoh pencitraan dari kebanyakan kalangan fashion: elegan. Pasalnya malam itu adalah pesta pelansiran butik yang baru 'mendarat' di Jakarta. Pesta peresmian label fashion tersebut menyebar undangan dengan kode busana yang harus dipatuhi: Bringing Sexy Back! Alhasil di wall of fame tempat acara itu berlangsung, terlihat perempuan-perempuan cantik berpose bersama dengan balutan busana bernuansa sensual.

Rata-rata mereka mengenakan bondage dress yang ikonik ciptaan label fashion Herve Leger kreasi Max Azria atau juga busana bersiluet yang menyerupainya. Gaun malam tersebut berpotongan mini, bahkan super mini, dengan desainnya yang ketat mengikuti lekuk tubuh dan bagian depan yang memamerkan belahan dada. Kelompok sosialita muda tersebut pun beralas kaki sama, pump shoes bersol merah yang legendaris dan harganya bisa membeli satu motor seri terbaru. Gaya rambutnya juga sama, digerai dengan tatanan volume hasil tatanan hair stylist dari salon-salon kelas atas. Di saat sesi cocktail sebelum acara dimulai pun sampai-sampai attitude mereka seragam: 'cipika-cipiki' (cium pipi kanan dan kiri) saat bertemu teman-temannya yang juga diundang di acara tersebut. Gaya tertawanya sering terlihat tidak lepas. Sesekali mereka mengibaskan rambutnya ke belakang. Sapaannya bisa setipe dengan sapaan paling manis di pergaulan Ibukota dalam Bahasa Inggris: "Hi Babe, how are you? You look fabulous!" Sungguh mengesankan.

Saat akhir acara, yang punya acara naik ke pentas untuk mengumumkan best dressed dari tamu yang hadir malam itu. "And the best dressed for this night is Miss Daphne Guiness!" Dengan langkah percaya diri dan berbahagia perempuan itu naik ke atas panggung menerima hadiah produk dari label fashion yang punya acara malam itu. Perempuan itu mengenakan busana malam berpotongan panjang menutupi leher dan lengan dengan material sutera transparan berpalet hitam yang mengilap dan memperlihatkan busana dalam sejenis body suit yang terlihat samar-samar. Tata rambut up do, alas kakinya ankle boot hitam, dan lehernya bertabur perhiasan batuan kristal berdesain maksimalis. Kelompok sosialita yang duduk di baris depan dengan gaya yang seragam tersebut pun turut bertepuk tangan dan saling menoleh kanan-kiri kepada teman-teman yang duduk di sampingnya dengan wajah keheranan dan tak menerima kenyataan.

Mengapa harus seragam? Dress code pada gelaran pesta memang sewajarnya harus dipatuhi untuk menghargai yang punya hajatan. Namun mempresentasikan kode busana yang diminta untuk suatu pesta tak harus sama, bukan? Bila kode busana pada cerita di atas meminta tampilan busana seksi bukan berarti gaya busana bernuansa sensual tersebut hadir melalui mini dress dan memamerkan bagian dada yang membuat setiap pria yang melirik Anda ingin menerkam dan berimajinasi. Busana bernapas seksi bisa hadir dengan gaun panjang seperti si pemenang busana terbaik.

Busana seksi bisa hadir dengan elegan dengan eksplorasi material transparan, mengekspos bagian punggung belakang, atau motif bernapas sensual seperti animal prints hingga ke aksesori-aksesori pelengkapnya. Anda diminta untuk kreatif soal berbusana agar pilihan dan gaya berbusana Anda sangat individual hingga bisa naik ke atas panggung dengan gelar busana terbaik. Referensi dan frekuensi Anda 'bermain' pada elemen busana dijamin bisa membuat Anda mahir soal berbusana dan akan menonjol di kelompok Anda dengan selera personal.

Sekali lagi, keseragaman dalam berbusana terutama saat berpesta membuat rekaman foto tak semarak, bukan? Gaya busana yang variatif pada tamu undangan memperlihatkan keindahan dan kesuksesan ranah fashion bagi Anda. Jangan jadikan dress code sebagai jebakan untuk tampil seragan. "Eh kamu pakai baju apa nanti malam?" sambil sibuk bertanya dan mengecek teman-teman agar tampil seperti kebanyakan.
_______________________________________________________________________

*) Sebuah artikel menarik yang saya salin dari majalah 360 edisi Oktober-November 2011.

11 January 2011

Fakta Unik Tato

 ·         Asal Mula Istilah Tato

Istilah ‘tato’ berasal dari bahasa Tahiti ‘tatau’, yang berarti ‘menandai’. Konon ‘tatau’ adalah kata onomatopoeic, atau kata yang dibentuk berdasarkan bunyi. ’Tat’ merujuk pada ‘ketukan’ instrumen tato ke dalam kulit, sedangkan ‘au’ adalah teriakan orang yang kesakitan saat ditato. Dengan kata lain, tato adalah tanda/desain permanen yang dibuat dengan cara memasukkan pigmen ke dalam lapisan dermis melalui irisan di lapisan kulit paling atas.

13 August 2010

Quotes

"Jika Anda berada di titik nadir, selamat! ... Bola akan terpental ke atas setelah dibanting dengan keras."
- Mario Teguh, Golden Ways

"Bagaimana cara untuk mengatasi rasa malas? Jangan malas! ... Orang seringkali punya jawaban atas pertanyaannya sendiri."
- Mario Teguh, Golden Ways

Dayan: "Seorang pemimpin boleh mengatakan apa saja kepada orang yang dipimpin, kecuali 'tidak tahu', Letnan."
Letnan Amir: "Bagaimana kalau aku benar-benar tidak tahu?"
Dayan: "Apalagi begitu, Letnan. Seorang pemimpin harus bisa meyakinkan bawahannya bahwa ia tahu,"
- Merah Putih, 2009

"Orang kota lawan petani. Jawa lawan Sulawesi. Yang menang siapa? Belanda!"
- Soerono, Merah Putih, 2009.


"Dengarkan. Dengan ridha Allah, tidak ada yang bisa menghentikan kita."
- Kapten, Merah Putih, 2009

"Bertempur bukan hanya dengan perasaan, tapi juga otak. Mundur!"
- Letnan Amir, Merah Putih, 2009

"The best contraceptive is the word no -- repeated frequently."
- Margaret Smith

"Inside every hardened criminal beats the heart of a ten-year-old boy."
- Bart Simpson

Juno: "I think I'm in love with you."
Bleeker: "You mean, as friend?"
Juno: "No, I mean for real. 'Cause you're like the coolest person I've ever met and you don't even have to try."
Bleeker: "I try really hard actually."
- Juno, 2008

"Supergay."
- Evan, Superbad, 2007

"WE CAN BE THAT MISTAKE!"
- Seth, Superbad, 2007

"But I'm not alone. I have a little science with me."
- David Stutler, Sorcerer's Apprentice, 2010

"Time is a sprinter."
- Fitria Rahmadianti, 2010

"When life gives you lemon, make lemonade."
- Anonymous

"In fact, a laughter is ten times more powerful than a scream."
- Sullivan, Monster Inc, 2002

"Nyokap nyuruh gw jadi ibu rumah tangga kalo gw udah nikah. Ya kalo suaminya bisa memenuhi semua kebutuhan tersier gw sih, nggak apa-apa."
- Hesti Wulandari


"True friends are like diamonds, precious and rare. False friends are like leaves, found everywhere."

- Shauna Niequist


"Setan itu seperti kuman. Jika Anda imun, Anda tidak akan terpengaruh. Jika tidak imun, terkena angin sedikit saja bisa flu."
- Quraish Shihab

01 July 2010

"Kesaksian Bapak Saijah" oleh Rendra

Kesaksian Bapak Saijah*
oleh Rendra


Ketika mereka bacok leherku,
dan parang menghunjam ke tubuhku berulang kali,
kemudian mereka rampas kerbauku,
aku agak heran
bahwa tubuhku mengucurkan darah.
Sebetulnya sebelum mereka bunuh
sudah lama aku mati.

Hidup tanpa pilihan
menjadi rakyat sang Adipati
bagaikan hidup tanpa kesadaran,
sebab kesadaran dianggap tantangan kekuasaan.

Hidup tanpa daya
sebab daya ditindih ketakutan.
Setiap hari seperti mati berulang kali.
Setiap saat berharap menjadi semut
agar bisa menjadi tidak kelihatan.
Sekarang setelah mati
baru aku sadari
bahwa ketakutanku membantu penindasan,
dan sikap tidak berdaya
menyuburkan ketidakadilan.

Aku sesali tatanan hidup
yang mengurung rakyat sehingga tak berdaya.
Meski tahu akan dihukum tanpa dosa,
meski merasa akan dibunuh semena-mena
sampai saat badan meregang melepas nyawa,
aku tak pernah mengangkat tangan
untuk menangkis atau melawan.

Pikiran dan batin
tidak berani angkat suara
karena tidak punya kata-kata.

Baru sekarang setelah mati
aku sadar ingin bicara
memberikan kesaksian.

O, gunung dan lembah Tanah Jawa!
Apakah kamu sorga atau kuburan raya?
O, tanah Jawa
bunda yang bunting senantiasa,
ternyata para putramu
tak mampu membelamu.

O, kali yang membawa kesuburan,
akhirnya samodra menampung airmata.
Panen yang berlimpah setiap tahun
bukanlah rejeki petani yang menanamnya.

O, para Adipati tanah Jawa!
Tatanan hidup yang kalian tegakkan
ternyata menjadi tatanan kemandulan.
Tatanan yang tak mampu mencerdaskan bangsa.
Akhirnya kita dijajah Belanda.

Hidup tanpa pilihan
adalah hidup penuh sesalan.
Rasa putus asa
menjadi bara dendam.
Dendam yang tidak berdaya
membusukkan kehidupan.
Apa yang seharusnya diucapkan
tidak menemukan kata-kata.
Apa yang seharusnya dilakukan
tidak mendapatkan dorongannya.

Kesaksianku ini
kesaksian orang mati
yang terlambat diucapkan.
Hendaknya ia menjadi batu nisan
bagi mayatku yang hilang
karena ditendang ke dalam jurang.

*dikutip dari buku Imran Hasibuan dan Sitok Srengenge berjudul "Bredel di Udara", diterbitkan tahun 1996 oleh Penerbit Institut Arus Studi Informasi (ISAI)

Rendra mengenai Pembredelan 1994

21 Juni 1994, tiga media di Indonesia, Tempo, DeTik, dan Editor, dibredel karena dianggap melanggar peraturan mengenai pers yang telah ditetapkan oleh pemerintah Orde Baru saat itu. Pembredelan ini mengundang protes dari berbagai pihak. Salah satunya adalah penyair dan dramawan kawakan, Alm. Rendra.

7 Juli 1994, Alm. Rendra datang ke gedung DPR RI untuk menyampaikan isi hatinya mengenai pembredelan tersebut. Puisi di bawah ini merupakan puisi pembukaan pidatonya di depan para wakil rakyat tersebut.

"Aku tulis pamplet ini

karena lembaga pendapat umum
ditutupi jaring labah-labah.
Orang-orang bicara dalam kasak-kusuk
dan ungkapan diri ditekan
menjadi peng-iya-an.

Apa yang terpegang hari ini
bisa luput besok pagi.
Ketidakpastian merajalela.
Apa yang pasti hanya datang dari kekuasaan.
Di luar kekuasaan, kehidupan menjadi teka-teki,
menjadi mara bahaya,
menjadi isi kebon binatang.
Apabila kritik hanya boleh lewat saluran resmi,
maka hidup akan menjadi sayur tanpa garam.
Lembaga pendapat umum tidak mengandung pertanyaan.
Tidak mengandung perdebatan.
Dan akhirnya menjadi monopoli kekuasaan.

Aku tulis pamplet ini
karena pamplet bukan tabu bagi penyair.
Aku inginkan merpati pos.
Aku ingin memainkan bendera-bendera semaphore di tanganku.
Aku ingin membuat isyarat asap kaum Indian.

Aku tidak melihat alasan
kenapa harus diam tertekan dan termangu.
Aku ingin secara wajar bertukar kabar.
Duduk berdebat menyatakan setuju dan tidak setuju.

Kenapa ketakutan menjadi tabir pikiran?
Kekhawatiran telah mencemarkan kehidupan.
Ketegangan telah mengganti pergaulan pikiran yang merdeka.

Matahari menyinari air mata
yang berderai menjadi api.
Rembulan memberi mimpi pada dendam.
Gelombang angin menyingkap keluh-kesah
yang teronggok bagai sampah.
Kegamangan.
Kecurgiaan.
Ketakutan.
Kelesuan.
Sengkuni melecehkan demokrasi.
Sensor mengganggu kepentingan umum.
Anarki kekuasaan merusak negara.

Aku tulis pamplet ini
karena kawan dan lawan
adalah saudara.
Di dalam alam masih ada cahaya.
Matahari yang tenggelam diganti rembulan.
Lalu besok pagi pasti terbit kembali.

Dan di dalam air lumpur kehidupan,
aku melihat bagai terkaca:
ternyata kita, toh, manusia!"

*dikutip dari buku Imran Hasibuan dan Sitok Srengenge berjudul "Bredel di Udara", diterbitkan tahun 1996 oleh Penerbit Institut Arus Studi Informasi (ISAI)