Anyway, I've lost lots of kilos. Enggak pakai diet, enggak pakai olahraga. Resepnya cuma dua: menyusui dan ngurus balita sendiri.
Jadi, sebelum nikah itu saya lagi masa gemuk (fase gemuk dan kurus saya memang datang bergantian). Nah, alhamdulillah langsung dikasih hamil, naik 15 kg, lalu turun 20 kg setelah melahirkan. Saya kira berat badan saya akan stabil setelah itu, eh tapi ternyata belakangan ini semua orang bilang saya kurusan dan berat badan saya ternyata turun 4 kg lagi.
Saya bingung apa yang bikin saya semakin kurus. Setelah dipikir-pikir, hmmm ternyata menyusui serta stres dan capek ngurus balita sendiri penyebabnya. Yup, saya jadi ibu rumah tangga setelah resign Desember lalu, ikut suami pindah ke Sumbawa dan mengurus balita yang lagi aktif-aktifnya berdua saja sama suami. Lumayan deh bikin bodi jadi lebih kurus daripada sebelum nikah. :))
Buat yang gemuk dan mau menurunkan berat badan (tapi doyan makan dan malas berolahraga, gue bangettt), saya paham perjuangan Anda. Segala macam dietpun dicoba. Jika beberapa tahun sebelumnya diet mayo sedang tren, belakangan ini diet keto yang sedang ramai diperbincangkan.
Intinya, ketogenic diet fokus pada konsumsi tinggi lemak, cukup protein, dan rendah karbohidrat. Biasanya keto diet cocok untuk mereka yang hobi makan makanan berlemak, gurih, dan daging-dagingan. Kalau yang doyan manis kayak saya, mana bisa. Gula, kan,, termasuk karbohidrat yang dilarang.
Diet apapun tentu harus konsisten diterapkan agar hasilnya kelihatan. Untuk yang sedang mempraktikkan keto diet, konsumsi makanan dan minuman keto jangan cuma dilakukan di rumah, tapi juga pas makan di restoran. Tapi, kan, kita enggak tahu, ya, apakah di dalam makanan tersebut ada karbohidrat (misalnya tepung atau gula) tersembunyi?
Nah, di BSD, Tangerang, ada kafe dan restoran keto-friendly yang baru buka. Namanya Etnokopi. Letaknya di Ruko Paris Square dekat Polsek Serpong. Kafe bergaya rumah Betawi ini menempati dua ruko bersebelahan, jadi lumayan besar.
![]() |
| Fasad Etnokopi |


