07 July 2018

Resep: Shakshouka (Mirip Telur Ceplok Asam Manis)

Shakshouka, telur dengan saus tomat


Saya kurang familiar dengan hidangan Timur Tengah karena jarang sekali menyantapnya. Sayapun pertama kali tahu shakshouka dari teman saya yang saat itu sedang ikut challenge bikin masakan Timur Tengah. Tapi saat itu saya cuma tahu sekilas saja. 'Oh shakshouka itu kayak gini, toh', pikir saya.

Sudah tahunan berlalu dari perkenalan pertama saya dengan shakshouka, tiba-tiba minggu lalu saya punya 'ilham' untuk cari tahu tentang hidangan ini. Saya cek-cek resepnya di Cookpad, kok kelihatannya gampang, ya? Bahannyapun saya punya semua. Karena resep ini terbilang praktis, saya jadwalkan untuk dibuat sebagai sajian sarapan di hari kerja.

Untuk yang belum tahu, shakshouka itu hidangan yang populer di Timur Tengah dan Afrika Utara. Bahan utamanya telur, ditambah tomat, bawang bombai, cabai/paprika, dan terkadang jinten. Telurnya dimasak setengah matang, jadi kuning telurnya masih meleleh. Biasanya shakshouka dinikmati sebagai cocolan roti.

Shakshouka versi saya di bawah ini tidak pakai cabai karena biar bisa dimakan oleh anak saya, tidak pakai jinten karena tidak ada, dan tidak pakai paprika karena kurang suka. Saya buat telurnya matang karena suami saya kurang suka telur setengah matang dan agar enak dimakan dengan nasi. Hahaha... Indonesia banget, ya? Setelah jadi, hasilnya seperti telur mata sapi dengan bumbu asam manis. Enak, dan suami doyan!

Ini resepnya (terinspirasi resep Diana Endri Rosisca):

01 July 2018

Resep: Puding Regal Lapis Cokelat

Puding Regal Lapis Cokelat utuh

Buat yang sering buka Cookpad, foto-foto puding Regal mungkin berseliweran di feed Anda. Kalau dari pengamatan saya, puding dengan tampilan cantik ini jadi populer gara-gara Tintin Rayner (cek Instagram @tintinrayner), meski bukan dia yang mengolah biskuit Regal menjadi puding pertama kali.

Dulu mama saya pernah bikin puding Regal and to be honest it wasn't my favorite. Menurut saya, aneh saja tiba-tiba ada sedikit tekstur kue di dalam puding. Tapi, melihat biskuit Regal dan susu kental manis cokelat nganggur di rumah, saya jadi terpikir bikin puding Regal lapis cokelat.

Biskuit Regal sudah dibuka kemasannya tapi masih banyak isinya karena anak saya sudah bosan, sedangkan susu kental manis cokelat dari bingkisan Lebaran. Ukurannya besar pula, sedangkan saya jarang pakai susu kental manis cokelat. Sayang, kan, kalau keduanya tidak dimanfaatkan?

Dibanding baking dan cooking, saya lebih dulu suka bikin puding. Jadi, saya lumayan bisa berkreasi dengan puding walaupun kreasinya masih sederhana hehehe... Nah, untuk resep puding regal lapis cokelat ini, saya cuma skimming resep-resep di Cookpad untuk tahu tips suksesnya. Sisanya saya reka sendiri bahan dan cara membuatnya.

Here it is, the recipe:

28 May 2018

Review: OKU Kempinski Jakarta, Finally!

OKU from a point of view

This year, me and my hubby celebrated our second anniversary a week early. At OKU, a Japanese restaurant in Hotel Indonesia Kempinski Jakarta. And it was FREE (thanks a bunch to @jktgo and @okujakarta!). :) :) :)

Sebagai pencinta kuliner (bahasa keren dari 'orang doyan makan'), saya follow para food blogger dan foodie selebgram di Instagram. Beberapa waktu lalu some of them post tentang Truffle Gyu Don OKU which they swore heavenly delicious. Pake fotoin telur setengah matangnya dipecahin trus meleleh pula. Sayapun kebayang wangi truffle oil-nya. Aqutu gabisa diginiin... :')

Terbitlah ngiler, dan OKUpun masuk wishlist tempat yang pengen didatangi tapi enggak tahu kapan karena mahalll... (so was Akira Back).

Waktu berlalu (cailah), dan OKU masih tertulis manis di note handphone sebagai wishlist, unchecked. Suatu hari, lagi buka-buka Instagram, @jktgo ngadain giveaway voucher makan di OKU. Tapi deadline-nya beberapa jam lagi hahaha... Berhubung syaratnya gampang, saya iseng aja ikutan dan ajak suami. Besoknya, nama kami diumumkan sebagai pemenang. Alhamdulillah, rezeki mau anniversary dan kebetulan emang lagi mau ke Jakarta. :')

Exactly one week before our anniversary, me, hubby, and our baby went to OKU. Of course I had researched the menu and the review beforehand. Jadi sudah tahu menu-menu yang jadi favorit berikut harganya.


05 May 2018

Review: Etnokopi, Kafe yang Keto-Diet Friendly

Long time no review! Gile... Terakhir posting review restoran lebih dari setahun yang lalu. Setelah itu lebih banyak posting tentang resep. Hahaha...

Anyway, I've lost lots of kilos. Enggak pakai diet, enggak pakai olahraga. Resepnya cuma dua: menyusui dan ngurus balita sendiri.

Jadi, sebelum nikah itu saya lagi masa gemuk (fase gemuk dan kurus saya memang datang bergantian). Nah, alhamdulillah langsung dikasih hamil, naik 15 kg, lalu turun 20 kg setelah melahirkan. Saya kira berat badan saya akan stabil setelah itu, eh tapi ternyata belakangan ini semua orang bilang saya kurusan dan berat badan saya ternyata turun 4 kg lagi.

Saya bingung apa yang bikin saya semakin kurus. Setelah dipikir-pikir, hmmm ternyata menyusui serta stres dan capek ngurus balita sendiri penyebabnya. Yup, saya jadi ibu rumah tangga setelah resign Desember lalu, ikut suami pindah ke Sumbawa dan mengurus balita yang lagi aktif-aktifnya berdua saja sama suami. Lumayan deh bikin bodi jadi lebih kurus daripada sebelum nikah. :))

Buat yang gemuk dan mau menurunkan berat badan (tapi doyan makan dan malas berolahraga, gue bangettt), saya paham perjuangan Anda. Segala macam dietpun dicoba. Jika beberapa tahun sebelumnya diet mayo sedang tren, belakangan ini diet keto yang sedang ramai diperbincangkan.

Intinya, ketogenic diet fokus pada konsumsi tinggi lemak, cukup protein, dan rendah karbohidrat. Biasanya keto diet cocok untuk mereka yang hobi makan makanan berlemak, gurih, dan daging-dagingan. Kalau yang doyan manis kayak saya, mana bisa. Gula, kan,, termasuk karbohidrat yang dilarang.

Diet apapun tentu harus konsisten diterapkan agar hasilnya kelihatan. Untuk yang sedang mempraktikkan keto diet, konsumsi makanan dan minuman keto jangan cuma dilakukan di rumah, tapi juga pas makan di restoran. Tapi, kan, kita enggak tahu, ya, apakah di dalam makanan tersebut ada karbohidrat (misalnya tepung atau gula) tersembunyi?

Nah, di BSD, Tangerang, ada kafe dan restoran keto-friendly yang baru buka. Namanya Etnokopi. Letaknya di Ruko Paris Square dekat Polsek Serpong. Kafe bergaya rumah Betawi ini menempati dua ruko bersebelahan, jadi lumayan besar.

Fasad Etnokopi

29 April 2018

Resep: Avocado Toast with Scrambled Egg dan Avocado Chococheese Sandwich

Ternyata alpukat enak dijadikan olesan roti tawar!

Saya lumayan suka alpukat (well di KBBI harusnya avokad sih, tapi belum populer digunakan hahaha). Kenapa cuma lumayan? Karena sebenarnya alpukat itu enak (favorit saya alpukat dilumat lalu dikasih gula pasir dan diaduk rata. Yum!), tapi saya seringnya dapat alpukat yang kurang bagus. Entah pahit dan keras karena ternyata masih muda, dagingnya ada serat, berwarna kehitaman, atau worse, ada ulatnya. Hoekkk...

Nah, di Sumbawa ini, ada layanan antar buah-buahan. Saya pesan alpukat dan dipilihkan yang sudah matang. Wow, ini alpukatnya bagus-bagus! Gurih, lembut, dan mulus. Saya jadi ketagihan dan memesan lagi. Kali ini enggak cuma untuk dimakan begitu saja, tapi saya bereksperimen memadukan alpukat dan roti tawar.

Selama ini, alpukat populer di Indonesia sebagai minuman manis, baik dijadikan jus, campuran es teler, atau dikerok dan ditambahi pemanis. Tapi saya pernah baca kalau alpukat yang berdaging lembut dan creamy itu juga bisa dijadikan pengganti mayones yang lebih sehat untuk sandwich. Hmm... Menarik dicoba.

Saya cari-cari inspirasi di Cookpad dan akhirnya menghasilkan dua resep ini. Satu resep asin (Avocado Toast with Scrambled Egg) dan satu lagi resep manis (Avocado Chococheese Sandwich). Dua-duanya berbahan utama alpukat dan roti tawar. Coba, yuk!