 |
| That luscious shiny sheer pink, tho... |
Nemu stroberi dijual di pasar, rasanya
happy banget! Norak, ya? Maklum, tinggal di kota kecil jadi takjub aja ada buah '
fancy' kayak gini. Padahal sebenarnya stroberi enggak selangka itu, kok, di Sumbawa. Saya aja yang kudet (kurang
update). :D
Saya beli tiga bungkus, kalau enggak salah total harganya Rp 20.000. Saya langsung mikir enaknya dibikin apa, ya.
Browsing-browsing di Cookpad, jadi terinspirasi bikin
strawberry cheesecake. Soalnya saya suka keju dan kue-kuean.
Ternyata saya pernah menyimpan
resep strawberry cheesecake yang tidak dipanggang dan versi ekonomis karena pakai roti dan keju
cheddar biasa. Ini penting karena
cream cheese mahal dan lumayan langka di Sumbawa.
Hmm tapi tampilan
cheesecake di resep tadi kurang kece, ya. Saya kepikiran menambahkan lapisan agar-agar atau jeli transparan rasa stroberi di atasnya. Lalu, ada potongan buah stroberi yang menempel di
cheesecake tapi bisa terlihat dari lapisan jeli yang tembus pandang. Ini terinspirasi
dari sini dan dari kue yang pernah dibuat teman saya.
Plus, saya mau menambahkan sedikit selai stroberi di adonan
cheesecake-nya. Selain agar ada variasi rasa asam manis di
cheesecake yang asin gurih, juga supaya warnanya cantik, enggak pucat polos. Jadi ada motif marmernya, gitu...
Pas memarut keju satu blok, saya merasa kayak tukang martabak :)). Dalam hati, ini kejunya apa enggak terlalu banyak, ya? Tapi saya tetap mengikuti resep.
Hasilnya? Orang-orang bilang enak, sih. Tapi menurut saya ini butuh beberapa
improvement. Saya tulis resep yang saya bikin, ya. Silakan kalau mau modifikasi. :)
PS: Jangan lupa baca bagian 'Poin yang Harus Diperbaiki'