14 November 2011

Pesta Sushi di Sushi Tei

Jum'at, 4 November lalu, saya dan keluarga merayakan ulang tahun ibu saya di Sushi Tei Central Park. Saya ingin berbagi foto makanan yang kami pesan.

Avocado Maki Ebikko
Avocado and cucumber with smelt roe.
Harga: Rp 17.000
Rasa: 3,5/5



Ragusa, Es Krim Klasik ala Italia

Anda pecinta es krim atau suasana tempo dulu? Mampirlah ke Ragusa di Jalan Veteran No. 10, Jakarta Pusat, tepat di sebelah masjid Istiqlal. Di sini Anda akan mendapatkan keduanya: es krim dengan resep asli Italia dan suasana restoran yang akan membawa kita bernostalgia.

Ragusa, tampak depan








06 November 2011

Seragam Pesta

Busana pesta tak pernah memiliki seragam, mengapa harus tampil sama saat berpesta?
Oleh: Fabianda Soegiarto*

Pada suatu keriaan pesta di tempat paling hip di Jakarta, berkumpul wanita cantik dengan balutan busana terbaik. Busananya dari keluaran label internasional paling hit di musim itu, wajahnya bersinar cantik hasil perawatan teknologi kecantikan kelas wahid, tubuhnya pun harum semerbak memperkokoh pencitraan dari kebanyakan kalangan fashion: elegan. Pasalnya malam itu adalah pesta pelansiran butik yang baru 'mendarat' di Jakarta. Pesta peresmian label fashion tersebut menyebar undangan dengan kode busana yang harus dipatuhi: Bringing Sexy Back! Alhasil di wall of fame tempat acara itu berlangsung, terlihat perempuan-perempuan cantik berpose bersama dengan balutan busana bernuansa sensual.

Rata-rata mereka mengenakan bondage dress yang ikonik ciptaan label fashion Herve Leger kreasi Max Azria atau juga busana bersiluet yang menyerupainya. Gaun malam tersebut berpotongan mini, bahkan super mini, dengan desainnya yang ketat mengikuti lekuk tubuh dan bagian depan yang memamerkan belahan dada. Kelompok sosialita muda tersebut pun beralas kaki sama, pump shoes bersol merah yang legendaris dan harganya bisa membeli satu motor seri terbaru. Gaya rambutnya juga sama, digerai dengan tatanan volume hasil tatanan hair stylist dari salon-salon kelas atas. Di saat sesi cocktail sebelum acara dimulai pun sampai-sampai attitude mereka seragam: 'cipika-cipiki' (cium pipi kanan dan kiri) saat bertemu teman-temannya yang juga diundang di acara tersebut. Gaya tertawanya sering terlihat tidak lepas. Sesekali mereka mengibaskan rambutnya ke belakang. Sapaannya bisa setipe dengan sapaan paling manis di pergaulan Ibukota dalam Bahasa Inggris: "Hi Babe, how are you? You look fabulous!" Sungguh mengesankan.

Saat akhir acara, yang punya acara naik ke pentas untuk mengumumkan best dressed dari tamu yang hadir malam itu. "And the best dressed for this night is Miss Daphne Guiness!" Dengan langkah percaya diri dan berbahagia perempuan itu naik ke atas panggung menerima hadiah produk dari label fashion yang punya acara malam itu. Perempuan itu mengenakan busana malam berpotongan panjang menutupi leher dan lengan dengan material sutera transparan berpalet hitam yang mengilap dan memperlihatkan busana dalam sejenis body suit yang terlihat samar-samar. Tata rambut up do, alas kakinya ankle boot hitam, dan lehernya bertabur perhiasan batuan kristal berdesain maksimalis. Kelompok sosialita yang duduk di baris depan dengan gaya yang seragam tersebut pun turut bertepuk tangan dan saling menoleh kanan-kiri kepada teman-teman yang duduk di sampingnya dengan wajah keheranan dan tak menerima kenyataan.

Mengapa harus seragam? Dress code pada gelaran pesta memang sewajarnya harus dipatuhi untuk menghargai yang punya hajatan. Namun mempresentasikan kode busana yang diminta untuk suatu pesta tak harus sama, bukan? Bila kode busana pada cerita di atas meminta tampilan busana seksi bukan berarti gaya busana bernuansa sensual tersebut hadir melalui mini dress dan memamerkan bagian dada yang membuat setiap pria yang melirik Anda ingin menerkam dan berimajinasi. Busana bernapas seksi bisa hadir dengan gaun panjang seperti si pemenang busana terbaik.

Busana seksi bisa hadir dengan elegan dengan eksplorasi material transparan, mengekspos bagian punggung belakang, atau motif bernapas sensual seperti animal prints hingga ke aksesori-aksesori pelengkapnya. Anda diminta untuk kreatif soal berbusana agar pilihan dan gaya berbusana Anda sangat individual hingga bisa naik ke atas panggung dengan gelar busana terbaik. Referensi dan frekuensi Anda 'bermain' pada elemen busana dijamin bisa membuat Anda mahir soal berbusana dan akan menonjol di kelompok Anda dengan selera personal.

Sekali lagi, keseragaman dalam berbusana terutama saat berpesta membuat rekaman foto tak semarak, bukan? Gaya busana yang variatif pada tamu undangan memperlihatkan keindahan dan kesuksesan ranah fashion bagi Anda. Jangan jadikan dress code sebagai jebakan untuk tampil seragan. "Eh kamu pakai baju apa nanti malam?" sambil sibuk bertanya dan mengecek teman-teman agar tampil seperti kebanyakan.
_______________________________________________________________________

*) Sebuah artikel menarik yang saya salin dari majalah 360 edisi Oktober-November 2011.

01 November 2011

Serba-serbi Lampung

Ini cerita tentang lebaran di Lampung, September 2011 lalu, namun baru sempat ditulis sekarang.
____________________________________________________________