27 August 2011

Makan Sederhana di Nasi Uduk Ayam Goreng Sederhana

Beberapa waktu lalu, saya dan keluarga mampir ke sebuah rumah makan di daerah Joglo, Jakarta Barat, untuk berbuka puasa. Agaknya kami datang terlalu cepat, sekitar pukul 17.00. Rumah makan tersebut terlihat sepi.

Tampak depan



Menu yang tersedia terbilang sederhana dan tidak banyak variasi. Pun, tak ada daftar menu yang bisa dibawa-bawa. Untuk memesan, pengunjung dapat melihat menu di spanduk yang ditempel di dinding.

Setelah melihat menu, kami memesan nasi, lauk pauk, serta minuman. Si pemilik rumah makan bertanya apakah kami berpuasa dan kami jawab iya. Pertanyaan tersebut bukan sekedar basa-basi, karena jika pengunjung sedang berpuasa maka makanan dan minuman akan disajikan menjelang berbuka agar masih hangat dan segar. Jika tidak, maka pesanan akan segera diantar.

Sambil menunggu, saya melihat-lihat. Ternyata tempat makan ini merupakan pemanfaatan dari halaman depan rumah sang pemilik. Tempatnya cukup besar dan terdiri dari dua lantai. Nampaknya si pemilik rajin mengikutsertakan usahanya dalam festival kuliner. Hal tersebut terlihat dari sertifikat partisipasi yang dipajang di dinding.

Selain itu, ada pula beberapa kliping artikel majalah yang mengulas profil rumah makan tersebut. Ternyata rumah makan ini merupakan cabang dari Kebon Kacang. Jika penjual nasi uduk sudah menyebut daerah di Jakarta Pusat tersebut, maka kelezatannya tak perlu diragukan lagi. Konon, rumah makan ini sudah berdiri sejak 1989. Pemiliknya merupakan keturunan langsung dari pendiri nasi uduk Kebon Kacang. Untuk menjaga citarasanya, resep yang diwariskan tidak boleh diubah. Tak heran jika penggemar nasi uduk ini datang dari berbagai kalangan, termasuk pesepakbola terkenal Bambang Pamungkas dan artis Ayu Azhari.

Pengunjung pun berdatangan. Hampir semuanya keluarga yang bertandang dengan mobil pribadi. Pukul 17.45, makanan dan minuman mulai disajikan. Ketika azan berkumandang dari televisi LCD yang dipasang di dinding, kami pun segera mengucap doa dan mencicipi hidangan.

Pertama, nasi. Ukurannya kecil-kecil, sekilas agak mirip sego kucing. Nasi uduk dibungkus dengan daun pisang, dibentuk kerucut, dan ditaburi bawang goreng ketika hendak disajikan. Satu orang diberi jatah tiga bungkus nasi. Kalau saya sih, dua saja sudah cukup. Hitungannya adalah per bungkus yang dihabiskan, bukan per porsi. Rasanya lumayan gurih. Sayang, nasi uduknya sudah dibungkus sejak pagi jadi terasa dingin dan kurang nikmat.
Nasi uduk
Kedua, lauk. Ayam gorengnya kecil-kecil, begitupula dengan ati ampelanya. Sepertinya sih ayam kampung. Rasanya, yah lumayan lah.
Ayam, tahu, tempe, dan ati ampela, semuanya digoreng
Ketiga, sambal kacang. Awalnya saya pikir ini sambal cabai hijau yang dijus, kemudian dicampur dengan sambal cabai merah dan kecap. Ternyata saat dicoba, ini adalah sambal kacang. Rasanya tidak pedas sama sekali, namun cocok untuk menemani makan nasi uduk dan ayam goreng. Jika Anda pecinta pedas, Anda bisa menambah sambal ulek yang tersedia di meja.
Sambal kacang
Setelah mencoba, tampaknya tidak ada yang terlalu istimewa. Rasanya berbeda dengan nasi uduk berlabel Kebon Kacang yang pernah saya coba di tempat lain. Skor untuk keseluruhan sajian tersebut 3/5. Rasanya sederhana, sesederhana pilihan menu dan nama rumah makannya.


Nasi Uduk Ayam Goreng Sederhana H. Babe Saman Cabang Kebon Kacang
Jl. Joglo Raya No. 1 (depan Telkom Joglo, dekat perumahan Alfa Indah),
Kembangan, Jakarta Barat  11640
Telp: 021-5840506


Harga:
Nasi uduk Rp  3.000/bungkus
Nasi  putih Rp 5.000/piring
Ayam goreng Rp 12.000/potong
Empal Rp 12.000/potong
Tempe/tahu Rp 2.000/2 potong
Ati ampela Rp 2.000/buah
Soto Rp 17.000/porsi
Paru Rp 9.000/buah
Teh manis Ro 9.000/gelas


RM Ayam Goreng & Nasi Uduk "Sederhana" Babe H. Saman / H. Iwan Menu, Reviews, Photos, Location and Info - Zomato

No comments:

Post a Comment

Pendapat Anda?